Pendidikan adalah permasalahan besar yang menyangkut nasib dan masa depan bangsa dan Negara. Karena itu reformasi politik, ekonomi sosial, hak asasi manusia, sistem pemerintahan, dan agrarian tidak akan membuahkan hasil yang baik tanpa reformasi sistem pendidikan. Krisis multi dimensi yang melanda Indonesia dewasa ini tidak hanya disebabkan oleh system ekonomi, sosial, dan politik, melainkan juga oleh krisis pada sistem pendidikan nasional.
Pendidikan merupakan maslah semua orang, bahkan secara ektrim pendidikan dapat disimpulkan sebagai suatu proses memanusiakan manusia. Kata kunci dari tujuan pendidikan adalah perubahan perilaku. Unsur-unsur perilaku itu selalu merujuk kepada apa yang telah diketahui atau dipahami oleh peserta didik (knowledge), apa yang mereka rasakan/pikiran (attitude), dan apa yang mereka kerjakan (action).
Apabila pengertian perilaku ini lebih disedrhanakan maka perilaku dapat dibagi menjadi tiga unsur yang saling berhubungan satu sama lain, yaitu Kecerdasan Intelektual (KI). Contohnya masyarakat barat yang rasional dan individualisme, di mana mereka cenderung mendengarkan apa “kata mereka”. Sedangkan Kecerdasan Emosional (KE0, contohnya masyarakat timur yang cenderung mendengarkan apa “kata hati”, dan Kecerdasan Spritual (KS) contohnya adalah masyarakat yang taat beragama yang selalu memadukan ketiga kecerdasan ini dalam tindakan dari perilaku, sehingga mereka muncul menjadi manusia yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.
Untuk itu, dalam rangka merancang pembangunan, khususnya sistem pendidikan nasional yang diharapkan mampu untuk melahirkan sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab, kiranya nasihat Luqman kepada anaknya dalam surat Luqman ayat 13, 16-19 yang dibahas dalam tulisan ini, dapat dijadikan sebagai bahan renungan.
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlan kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Qs Luqman:13)
“Hai anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui. Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah). Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesunguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membagakan diri. Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Qs Luqman:16-19)
Pada ayat sebelumnya (ayat 12) telah dijelaskan bahwa Allah telah memberikan karunia kepada Luqman berupa hikmah, yang menjadikannya cerdas dan bijak tanpa ada seorang manusiapun yang mengajari dan membimbingnya.
Pada ayat-ayat dijelaskan tentang beberapa nasihat bijak yang disampiakn Luqman kepada anaknya dalam rangka memberikan pendidikan dan pengajaran. Nasihatnya ini dimulai dengan perintah mentauhidkan Allah. Cara seperti ini terasa jauh lebih tegas dan berkesan. Apalagi diujungbya disebutkan pula sebab larangan itu.
Setelah Luqman menjelaskan keutamaan dan keagungan Allah yang tidak boleh disekutukan itu, dengan menjelaskan kemahakuasaan dan kemahatahuanNya akan segala sesuatu, sehingga tidak ada satupun yang tersembunyi dari pengetahuan Allah. Penjelasan ini sangat penting artinya, karena mengajarkan bahwa kita selalu diawasi dan diamati, sehingga terlatih untuk hidup lurus dan bertanggung jawab.
Setelah memantapkan nasihat tentang keimanan, baru Luqman memberikan beberapa perintah yang harus dilaksanakan, yang dimulainya dari pokok-pokok ibadah, dan bukti utama ketundukan yaitu shalat, dakwah amar ma’ruf nahi munkar, dan bersabr dalam berjuang, setelah itu baru dilanjutkannya dengan hal yang merupakan pokok akhlaqul karimah.
Materi, metode, dan tahapan pendidikan yang diberikan oleh Luqwman kepada anaknya ini kiranya dapat memberikan pengajaran yang sanagt penting kepada kita dalam merancang pendidikan generasi yang akan datang,
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlan kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Qs Luqman:13)
Ayat ini ditujukan kepada Rasulullah SAW. Allah berfirman: Ingatlah hai Rasul kepada butiran nasihat yang disampaikan oleh Luqman kepada anaknya, ketika ia mengajari, mendidik, dan menunjukinya dengan penuh kasihnya, ia berkata: Hai anakku, janganlan kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.
Syirik dinyatakan sebagi kezaliman yang besar, karena perbuatan itu menempatkan sesuatu, dalam hal ini penyembahan dan penghambaan diri bukan pada tempatnya. Yang berhak disembah hanya Allah, bukan yang lainnya. Itulah yang benar dan adil. Ketika yang disembah itu bukan lagi Allah atau ada yang lain disembah selain Allah, maka itu tidak benar dan karena itu disebut zalim, yang membawa kepada dosa besar. Ancaman dosa besar ini adalah karena perbuatan itu telah telah menempatkan sembahan-sembahan selain Allah yang tidak mempunyai kekuatan apa-apa itu mempunyai kedudukan yang sama dengan Allah Yang Maha Agung, Sang Pencipta dan Pemilik semau alam raya ini.
“(Luqman berkata): Hai anakku, sesungguhnya jika ada (suatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.” (Qs Luqman:16)
Setelah menyuruh anaknya mentauhidkan Allah dan melarangnya untuk menyekutukanNya, maka selanjutnya untuk memantapkan hati dan meyakinkan anaknya tentang Zat Yang Maha Agung yang disembah itu. Luqman menjelaskan tentang kemahakuasaan Allah dengan mengemukakan salah satu keutamaanNya yang tidak dimiliki oleh selainNya, termasuk para berhala yang disembah oleh manusia, yaitu sifat Maha Mengetahui, tidak satu pun yang tersembunyi dari pengetahuan Allah, betapapun kecilnya, di manapun tempatnya, sehingga Allah akan memberikan batasan terhadap setiap apa yang dilakukan.
Gambaran tentang Allah ini dikemukakan oleh Luqman kepada anaknya dengan sangat menyentuh dan tepat sasaran seperti yang nampak pada ayat di atas. Dengan penjelasan ini Luqman sepertinya ingin mengarahkan anak yang disayanginya untuk selalu menyadarinya bahwa tidak satupun dari perbuatan manusia yang tidak diketahui oleh Allah, baik atupun tidak baik, dan Allah pasti akan memberikan balasannya. Dengan demikian ia berharap supaya dengan adanya kesadaran ini maka putranya akan selalu berhati-hati dalam menjalani kehidupannya dan selalu patuh kepada Allah, sehingga dapat selamat di dunia dan akhirat. Keinginannya ini semakin tampak dengan jelas dengan nasihat-nasihatnya dalam ayat berikut:
“Hai anakku, dirikanlah shalat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (Allah).” (Qs Luqman:17)
Setelah meyakini bahwa ajaran tauhid yang disampaikannya telah dapat dipahami dan diyakini oleh anaknya, maka Luqman melanjutkannya dengan beberapa perintah menjalankan syariat. Di dalam ayat ini Luqman yang tetap dengan nada penuh kasih sayang menyuruh anaknya untuk melakukan beberapa hal penting yang merupakan ibadah utama sebagai bukti utama ketaatan seorang hamba kepada Allah, yaitu shalat, dan kemudian mengajak dan menyuruh orang untuk berbuat ma’ruf dan melarang dari perbuatan munkar, dan bersabar dalam menghadapi berbagai kendala dan musibah.
Nasihat ini diawali Luqman dengan perintah mendirikan shalat. Seakan Luqman berkata: Hai anakku, kerjakanlah shalat dengan sempurna, karena shalat itu adalah media yang paling utama untuk berkomunikasi dan mendekatkan diri kepada Allah. Di samping itu shalat dapat mencegah orang yang shalat dari perbuatan yang keji dan munkar (Qs Al Ankabut: 45).
Setelah perintah untuk pembenahan diri dengan mendirikan shalat, maka Luqman juga memerintahkan agar anaknya mengajak orang lain untuk berbuat ma’ruf, menyucikan jiwa, mengerjakan yang baik dan melarang mereka dari segala yang munkar. Dan kemudian diiringinya dengan perintah untuk bersabar dalam menghadapi berbagai hambatan dan rintangan yang merupakan resiko perjuangan menegakkan amar ma’ruf dan nahi munkar. Diujungnya ia menjelaskan bahwa semua yang diperintahkan ini merupakan hal penting yang mempunyai faidah yang besar di dunia dan akhirat.
Setelah menyuruh mengerjakan hal-hal penting di atas, maka selanjutnya dalam ayat berikut Luqman mewasiatkan beberapa hal penting yang sangat erat hubungannya dengan akhlak, yaitu:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesunguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membagakan diri.” (Qs Luqman:18)
Masalah yang pertama yang menjadi perhatian Luqman adalah akhlaq terhadap sesama. Ia mengingatkan anaknya bahwa manusia ini sama di mata Allah, karena itu janganlah saling menghina dengan cara apapun. Ia berkata: Hai anakku, janganlah kamu memalingkan mukamu dari lawan bicaramu, karena merasa diri lebih dan meremehkannya. Hal sebaliknya yang dapat dipahami dari nasihat ini adalah: hargai lawan bicaramu dengan mendengarkan pembicaraannya dengan penuh perhatian, muka berseri-seri, tanpa ada kesan meremehkan antara sesama manusia tanpa melihat siapa dia. (Qs Al Hujurat:13)
Kemudian lebih lanjut ia mengingatkan anaknya untuk selalu bersikap rendah hati, ia berkata: Janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan keangkuhan dan kesombongan. Kemudian Luqman menjelaskan alasan larangan itu adalah kaerna Allah tidak menyukai oranjg yang angkuh, somong, dan membanggakan diri.
Dan sederhanakanlah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (Qs Luqman:19)
Dalam hal berjalan dan bersuara Luqman mengingatkan anaknya. (Hai anakku): Berjalanlah dengan langkah yang sederhana, tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Berjalanlah dengan cara yang wajar, jangan pamer. Dan jangan kamu tinggikan suaramu (bila tidak diperlukan). Berbicaralah dengan cara yang baik dengan memelihara volume suara, sehingga dapat lebih mudah dimengerti dan diterima oleh orang yang mendengar. Cara yang seperti itu jauh lebih mengesankan.
Pendidikan sebagai human investment, patut menjadi perhatian kita semua dengan merenungkan dan mengaktualisasikan pesan-pesan Al Quran surat Al Luqman di atas. Krisis multidimensi yang sangat berat yang dihadapi Indonesia sekarang, umumnya bermuara pada rendahnya kualitas SDM, terutama masyarakat bawah. Kualitas SDM yang rendah, memiliki implikasi terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat. Karena itu pendidikan memegang peranan penting dalam mencetak SDM yang berkualitas, dan hanya melalui tangan-tangan SDM yang berkualitaslah bangsa dan negara ini mampu memecahkan berbagai persoalan yang melanda bangsa ini.
Minggu, 16 November 2008
Minggu, 07 September 2008
Aq bulan???
Minggu, 31 Agustus 2008
Coba Doraemon Itu ADa

Coba Doraemon itu bener-bener ada maka aq kan minta kepadanya dizinkan naik kendaraan waktu maka aq kan perbaiki semua kejadian yang telah melukai hatimu dan batinmu. aq kan hentikan waktu itu dengan mesin waktu sehingga kamu tidak merasakan sakitnya karena panah" kataku. aq juga kan minta kepada Doremon alat pengabul permintaan maka dengan alat itu aq kan memberimu segalanya tuk tebus khilaf dan salah aq.
tpi aq tau Doraemon itu tidak ada maka aq minta kepada Sang Maha PEngabul mohon ampunan bagimu,bagiku, bagi keluargaku. aq minta kepadaNya untuk melindungimu karena Dia MAha Kuat.
sekali lagi aq mohon keikhlasannya untuk kemaafanku
orang_biasa
Senin, 11 Agustus 2008
Kasih Sayang Yang Tampak

Temu Kader Se-Sumsel
Waktu itu Sabtu/28 Januari 2006, partai yang ku dukung saaat ini mengadakan acara PKS Expo Palembang Darusslam. Salah satu acaranya adalah mengadakan temu kader dengan mantan presidennya. Aku pun bergegas menuju gedung olahraga di bumi Palembang Darussallam ini.
Entahlah setiap acara yang digelar oleh partai yang berlambang bulan sabit kembar ini selalu membuat ku merasa reuni dengan teman-teman yang sangat susah jika disuruh kumpul. Hari itu GOR disesaki oleh ribuan kader, diputihkan oleh lautan jilbab dan koko. Suasana semakin bergemuruh ketika pekik takbir bergema menyambut Pak Hidayat Nurwahid datang dan berorasi memberi semangat para kadernya supaya tetap konsisten dengan rel-rel Islam.
Tidak Ikut Jalan Santai
Wah badanku meriang, pada hal aku sudah minum obat penurun panas.
“Afwan, caknyo aku dak biso melok jalan santai. Salam bae ye nuat kawan-kawan yang kaen. Kalu ado baju, jangan lupo aku sikok!”jelasku sama Darsyah.
Ah coba kemarin aku makan terus tidak usah ke Gramed pikirku melayang mencari kambing hitam penyebab penyakitku.
Demam Tinggi, Muntah-muntah
Dua hari ternyata belum mebuat ku sembuh dari panas tubuhku yang begitu tinggi. Bahkan panas ditubuhku ini mendapat teman baru yang bernama muntah. Sudah dua hari ini kau muntah-muntah, makin sering makan makin sering pula aku muntah.
“Aida pak, aku nih muntah teros, mano kepalak pening, demamnyo dak toron-toron”. Jelasku
“Ambeklah helm, kito ke Dokter Syahrial” jawab bapak.
Sakit Kepala Yang Tidak Ketolongan
Setelah dua hari tidak ada perubahan dari obat yang diberikan Dokter Syahrial, bapak pun membawa ku ke Dokter 24 jam. Entahlah sudah berapa ratus ribu uang yang bapak keluarkan.
Ternyata obat dari Dokter 24 jam belum juga menurunkan panas tubuhku yang membara, ditambah muntah-muntah. Sekarang ditambah pula dengan sakit kepala yang tidak ketolongan entahlah kata apa yang tepat ku gunakan tuk menyatakan sakit kepala yang ku alami. Gara-gara sakit kepala itu pun dan ditambah muntah-muntah membuat ku tak bisa tidur.
Di saat penyakitku yang tak mau mengalah, Pak Uwo dikabarkan meninggal dunia dikarenakan serangan jantung. Bapak dan adik laki-lakiku melayat ke Km14.
Teman-temanku Seakan Isyarat
Karena bapak, mamak dan ketiga adikku pergi melayat. Tinggallah aku dan adik laki-lakiku di rumah. Karena kami berdua, akupun berinisiatif menelpon Kurniadi Sahabatku yang telah 15 tahun selalu menemaniku tuk ke rumah.
Ternyata ide ku menelpon Sahabat Sejatiku ada manfaatnya, adik laki-lakiku dipinta Wak Ujang, tetangga depan rumahku, buat menemaninya ke rumah Pak Uwo. Tak berapa lama temanku Megawan datang ke rumah,
“Ah kenapa teman-temanku mengunjungiku seakan-akan aku akan…….”batinku melayang berfikir yang aneh-aneh. Padahal kedatangan Megawan hanya mengambil naskah Lomba Surat Cintaku.
Waktupun menunjukkan sebentar lagi Sholat Jumat, Kurniadi pun segera ke Masjid, sedangkan Megawan telah pergi kerja dari jam 10 tadi. Tiga menit sebelum Kurniadi berangkat bapak dan seluruh anggota keluargaku pulang dari rumah duka. Bapak, dan adik laki-lakiku pergi ke masjid bersama Kurniadi.
Badanku Mengejang Bibirku Miring
Sehabis Sholat, Keluargaku ditambah Kurniadi dan Khairul temanku yang baru datang ke rumah makan siang dulu. Namun karena rumah kecil maka yang makan duluan adalah Para Pejantan Tangguh, termasuk aku.
Namun pada saat suapan pertama badanku kejang, melihat itu pun bapak menyuruhku berhenti dan istirahat dulu. Aku pun meninggalkan makan siangku. Setelah makan Kurniadi dan Khairul menghampiriku di kamar. Seperti biasa kami pun berceloteh ke sana, ke mari. Namun tiba-tiba Hpku brerdering, ternyata Irlina anggota IRMA menelponku. Setelah tiga mebit Irlina menelponku, aku merasa ada yang aneh dengan mulutku seolah capek berbicara. Bibirku miring!
“Pak bibir aku mengot!” jelasku dengan bibir miring.
“Kau nih keno stroke” jawab bapak sambil memegang bibirku. Mendengar itu, mamak langsung nangis, adikku nangis. Kurniadi dan Khairul cemas. Suasana jadi gaduh. Bapak langsung mendukungku, berlari membawa ku ke rumah sakit depan. Tanpa sendal, bapak langsung nyebrang jalan dengan mendukung ku yang beratnya 40 kg tanpa menghiraukan mobil yang lagi ramai. Aku melihat Kurniadi, Khairul dan adik laki-lakiku Yayan, menghalau mobil.
“Rabb, ternyata mereka….sangat sayang padaku..” batin berbisik lirih.
Bapak yang mendukungku di badannya, langsung membawaku masuk ke rumah sakit.. aku lansung ditidurkan di atas kasur lipat. Badanku menggigil kedinginan yang dahsyat. Dokter langsung memerikasaku. Tensi darah, tubuhku di daerah lambung diketuk-ketuknya.
“Sakit sini”Tanya Dokter itu. Aku pun menganguk. Dokter itu langsung menyuntikkan dan memasukkan saluran infus ke tubuhku. Sakit sekali rasanya. Keluargaku pun masih cemas, mungkin mereka piker akan menguburkan salahsatu anggota keluarga lagi pikir mereka. Mamak dengan telatennya menyuruh ucapakan kalimat kunci Syurga. Aku pun menurutinya.
“Nak, syahadat nak!”ucap mamak ssambil memijatiku lembut. Aku melihat bulir-bulir cair mengalir dari mata sucainya. Bapakpun seoleh tak mau ketinggalan memintaku melakukannya. Aku pun syahadat,
“Aku dak galak mati pak” ucapku cemas. Dokter terus mengucurkan cairan infus ke tubuhku. Sudah duan infus mengalir di tubuhku. Dokter itu pun mengambil darahku tuk diteliti. Karena keadaan cemas, aku pun mencoba mencairkan suasana dengan bertabya pada dokter.
“Banyak dak dok yang diambek?” tanyaku
“Dak banyak Cuma cak seember.”jawab dokter itu guyon. Ternyata melihat ku yang banyak omong. Ditambah pernyataan dokter bahwa darah yang diambil tidak sampai 2cc dan berwarna hitam membuat keluargaku cemas. Mamak tetap nagis, bapak mencoba tegar. Ternyata keluargaku dari dusun yang melayat di rumah Pak Uwo sudah ada dirumah sakit. Mereka menjengukku, api aku seolah merasa ini adalah salam perpisahan. Badanku kedinginan, lalu tenang kedinginan lagi tenang lagi. Aku pun dibawa ke kamar pasien. Ternyata sahabat masih menemaniku. Rabb aku takut mati, begitu banyak kesalahanku. Aku ingin sembuh!
Aku Kejang Lagi!
Setelah agak tenangan, dua sahabatku masih berada disampingku setelah mereka pulang ke rumah. Seperti biasa kamipun langsung berselancar dengan kata-kata. Namun tak berapa lam lagi-lagi aku kejang, bibirku miring. Mereka pun cemas, pecah lagi suasana haru di sana. Lagi-lagi aku disuruh ucapkan password syurga. Bapak pun langsung menemui dokter.
Setibanya dokter langsung memberiku suntikan penenang. Aku pun tenang.
Mag, Tifus, dan DBD
Setelah diperiksa darahku ternyata menunjukkan bahwa aku terkena mag, tifus dan demam berdarah. Aku cemas, keluargaku pun tak kalah cemasnya. Tapi aku harus sembuh, bukankan Allah sudah berjanji bahwa Ia akan mengbulkan semua doa hamba-Nya. Aku tau aku sering khianatimu Sang Pengasih, tapi pada siapa lagi aku berdoa. Kabulkanlah Sang Peyayang.
Bukti Kasih Yang Nyata
Dua hari badanku baikkan, aku pun tenanag ditambah bukti kasih sayag orang terdekatku yang tak henti-hentinya. Terutama kedua orang tuaku, dan Sang Penyembuh. Terima kasih ya Rabb, atas kejadian ini. Karena terlihatlah bukti kasih yang nyata.
Sabtu, 09 Agustus 2008
Karakter Tokoh Dalam Novel Ayat-Ayat Cinta Karya Habiburahman El-Sirazhy

Setiap karya sastra, temasuk novel, selalu menampilkan tokoh/pelaku cerita dengan karakter masing-masing. Tokoh itu dapat dilihat berdasarkan gambaran analitik dan dramatik. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tokoh yang terdapat dalam novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburahman El Sirazhy. Tokoh tersebut diamati melalui fisiologis (fisik), sosiologis (sosial) dan psikologis, sehingga diharapkan dapat diperoleh gambaran yang jelas mengenai tokoh yang terdapat dalam terdapat dalam novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburahman El Sirazhy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Dengan Pendekatan objektif (struktural) dan pendekatan psikologis. Teknik analisis data yang dilakukan adalah teknik analisis karya. Teknik analisis karya adalah teknik penyelidikan atau penganalisisan terhadap karya seseorang. Berdasarkan hasil pembahasan tokoh yang terdapat dalam novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburahman El-Sirazhy, maka dapat kita simpulkan bahwa hanya beberapa tokoh yang digambarkan secara fisik oleh pengarang yaitu Fahri, Maria, Noura, Aisha, Nurul, dan Bahadur. Tokoh seperti Ashraf dan Saiful hanya digambarkan sedikit oleh pengarang, bahkan tokoh lainnya tidak digambarkan secara fisik oleh pengarang. Secara sosiologis hanya beberapa tokoh yang digambarkan oleh penulis, yaitu Fahri, Maria, Nurul, Aisha, Noura, Bahadur, Syaikh Ustman, dan Madame Nahed. Kalau dilihat berdasarkan segi psikologis hampir semua termasuk pada tipe tokoh ekstrovert. Hanya dua orang yang termasuk pada tokoh introvert yaitu tokoh Noura dan Bahadur, sedangkan tokoh yang termasuk pada tokoh tipe pertengahan (ambivert) adalah Ashraf. Penulis hanya menggambarkan beberapa tokoh secara fisik dan sosiologis dikarenakan memang hanya tokoh tersebut yang memiliki peranan yang banyak dalam cerita. Pengarang juga lebih banyak menghadirkan tokoh yang termasuk pada tipe ekstrovert karena novel ini bercerita tentang cinta yang dimana tokoh tersebut berada pada lingkungan yang agamis, yang memang sangat membutuhkan tokoh yang ekstrovert.
SmS PErsaudaraan

Tiba-tiba Hpku bergetar
Ring tone I want to change the world mengalun
Sebuah SMS dari Febi Jm unib yang nomornya dirahasiakan
Mhn doa u/kemuliaan & kejayaan islam!hr ini militan yahudi mgepung &akan mbkr masjid al-aqsha. Mujahid palestina sdg mpthnkn. Allahu akbar3x. tlg sbrkan
15 Apr 2005
07.25.12
Dari E-er yang katanya nomornya jangan diberitahukan pada 23 Apr 2005
hr ini yahudi tlh membakar Al Aqsha,dan Mujahidin palestina sdg brusaha melawannya. Allahuakbar!!!mhn bantuan doa kaum muslimin sedunia sbrkn!
Dari nomor yang tak dikenal
Aww.mhn do’a al aqsha tlah d bkar yahudi laknatullah, mujahidin palestina sdg bjuang mati2an Allahukabar……3x
www.sbarkan !(Khaifa halilah akh? Ikhwn Bengkulu)
23 Apr 2005
Langganan:
Postingan (Atom)
