Tampilkan postingan dengan label syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syair. Tampilkan semua postingan

Minggu, 28 November 2010

Gunung


karya Rafli AlHamdi

Gunung kau indah sekali
Disana aku bisa melihat macam macam pohon
Gunung kau penyelamat bumi
Rasanya aku ingin sekali naik gunung
Disana sangatlah dingin
Kesanapun sangat mudah
Kuharap libur kai ini ke gunung
Karena aku sangat menginginkannya
Gunung aku mencintaimu

Kamis, 21 Oktober 2010

Garuda di Dadaku


by Ihsan

Oh garuda
Engkaulah pahlawanku
Garuda didadaku itulah impianku
Engkaulah yang berada di dadaku
Engkaulah yang aku banggai

Garudalah yang mempunyai keberanian
Garudalah pemimpin Indonesia
Ialah seorang pahlawan yang tak pernah menyerah
Garuda jangan menyerah
Engkaulah kebangsaanku

Bunda



Bunda kau mendidikku membesarkanku selama 9 bulan 10 hari
Menahan sakit, tidur tidak bisa,makan susah
Di hari persalinan mu kau memper taruhkan nyawa mu
Kau berkatatidak apa aku mati yg penting anakku selamat
Lalu dokter datang dengan pisau untuk mengoperasi perutmu
Untuk mengeluarkanku , ketika ku keluar sura tangis memenuhi ruangan
Kau melihatku dengan penuh sayang kau berkata semoga anak ini menjadi anak yang sholeh sewaktu ku tumbuh besar kau mendidikku merawatku
Tapi kadang ku kasar padamu
Ku minta maaf dan sekaligus terima kasih kepada bunda ku
Made
by; Raihan

Garuda di Dadaku


Demi mencari satu bola
Demi mencari satu kemenangan
Demi yang terbaik di asia
Demi membanggakan Negara
Dan tetap bermain sportif
Itulah burung garuda
Yang selalu tertempel di dada
Aku bangga memakai baju itu
Kerena aku ingin mencari suatu bola
Dan satu tekad
By:Tashim

Rabu, 07 April 2010

Bayangan Topeng




Yaa…yaa……
Terimakasih, terimakasih
O ia nanti ku sesuaikan dengan jadwal acara.
Ngisi dimana? Disana kalau tidak salah tanggal itu aku ngisi acara di Jakarta.
Ya seperti itu, kalau aku selesai ceramah tepuk tangan dong.
Ngisi dimana, di desa? Aduh sepertinya aku gak bisa tuh.
Aku sudah capek, aku istirahat dulu ya.

Wah ternyata enak ya bangun habis istirahat, lebih segar
Aduh jadwal hari ini padat sekali, jam ini ke Bandung, jam ini ke Bali, lalu ke Malaysia masih banyak kota yang butuh siraman rohani dari aku.

Tapi dimana saya ya? Kok disini gelap, mati lampu ya?
Ah dasar pemerintah padal sudah bayar tapi kok masih mati, katanya lumbung energi. Aku kan orang terkenal mengapa harus mati lampu pula, padahal……
Nah gitu dong. Kalau listriknya hidup acara di kantor Gubernur gakkan batal.

Hei mengapa kamu menangis? Siapa kamu? Mengapa menyentuh ku? Nanti baju ku kotor. Sana pergi!
Ah………
Mengapa wajahmu mirip denganku? Siapa kamu? Apa kamu adalah diriku?
Apa kamu adalah diriku? Kamu adalah cerminan aku?
Ah mustahil, aku banyak uang kok mustahil wajahku berubah seperti itu.
Apa karena kesalahan aku?
Mustahil, aku kan rajin ibadah, aku kan rajin sedekah. Setiap aku ceramah ribuan bahkan ratusan ribu orang datang. Mustahil….
Apa kamu katakan aku berselimut dengan kain Islam. Kamu katakan aku berselimut dengan jubah dakwah.
Ah Tuhan yang salah kali? Aku seharusnya di Akhirat muka ku terang berderang.
Apa bukan hanya aku, keluargaku juga? Keluargaku juga?
Mana mungkin anak Dai kondang seperti aku bisa seperti itu.

Apa kaukatakan aku penyebab masuknya mereka ke neraka. Apa yang tidak ku penuhi keinginan mereka, uang, kesenangan, semuanya lengkap. Lengkap.
Apa karena aku tidak mengajarkan mereka agama. Aku tidak peduli dengan mereka?
Wajar kalau seandainya aku tidak peduli dengan mereka

Bidadari Bersayap Hitam


Hmm!
Berkali-kali aku mencoba bercermin
Tapi selalu sama
Aku tahu aku hanya orang biasa
Aku tidak bisa menatapmu wahai bidadari
Aku hanya insan biasa yang berjubah hitam legam khilaf dan alfa
Jangankan menatap, melirikmu pun aku tidak sanggup
Meskipun dengan beribu juta formula yang namanya keberanian aku minum
Tapi selalu sama aku tidak bisa.

Aku pernah curhat pada Sang Maha Kasih tentangmu
Apakah aku bisa melirikmu wahai bidadari?
Apa aku pantas bersanding denganmu?
Lagi-lagi aku menjawab sendiri pertanyaanku.
Jika aku bersamamu bagai bidadari bersayap hitam.
Aku merusak indahnya dirimu
Dirimu seharusnya menjadi bidadari yang bersayap terang

Ya aku harus membatalkan semua hayalku

Kamis, 18 Maret 2010

Armada Dalam Balutan Romantic Komedi


Lirik Lagu Armada Band - Mau Dibawa Kemana

Semuanya telah kuberi
Dengan kesungguhan hati untukmu
Hanya untukmu

*
Tak perlu kau tanya lagi
Siapa pemilik hati ini
Kau tahu pasti dirimu

**
Tolong lihat aku
Dan jawab pertanyaanku

Reff:
Mau dibawa kemana hubungan kita
Jika kau terus menunda-nunda
Dan tak pernah menyatakan cinta
Mau dibawa kemana hubungan kita
Ku tak akan terus jalani
Tanpa ada ikatan pasti
Antara kau dan aku

Back to *, **, Reff

Back to **, Reff

Entahlah aku sekarang lagi menyukai lagu ini, sebenarnya semua lagu Armada sejak bernama Kertas aku suka, tapi untuk lagu ini kok Armada “keluar” dari jalurnya. Lagu ini aku namai romantic komedi karena bahas masalah cinta tapi dikemas dengan gaya kocak. Baik dari nada maupun video klipnya. Lagu ini menurutku beda dengan lagu cinta yang lainnya. Meminta kepastian cinta yang merupakan masalah serius tapi dikemas kocak. Top banget tuk Armada.

Selasa, 09 Februari 2010

Aku Dimakamkan Hari Ini



karya Ella Elpalembangi

Perlahan, tubuhku ditutup tanah,
perlahan, semua pergi meninggalkanku,
masih terdengar jelas langkah-langkah terakhir mereka
aku sendirian, di tempat gelap yang tak pernah terbayang,
sendiri, menunggu keputusan...
.
Ibu, belahan hati, belahan jiwa pun pergi,
Anak, yang di tubuhnya darahku mengalir, tak juga tinggal,
Apalah lagi sekedar tangan kanan, kawan dekat,
rekan bisnis, atau orang-orang lain,
aku bukan siapa-siapa lagi bagi mereka.
.
ibuku menangis, sangat pedih, aku pun demikian,
Anakku menangis, tak kalah sedih, dan aku juga,
Tangan kananku menghibur mereka,
kawan dekatku berkirim bunga dan ucapan,
tetapi aku tetap sendiri, disini,
menunggu perhitungan...
.
Menyesal sudah tak mungkin,
Tobat tak lagi dianggap,
dan ma'af pun tak bakal didengar,
aku benar-benar harus sendiri...
.
Tuhanku,
(entah dari mana kekuatan itu datang,
setelah sekian lama aku tak lagi dekat dengan-Nya),
jika kau beri aku satu lagi kesempatan,
jika kau pinjamkan lagi beberapa hari milik-Mu,
beberapa hari saja...
.
Aku harus berkeliling, memohon ma'af pada mereka,
yang selama ini telah merasakan zalimku,
yang selama ini sengsara karena aku,
yang tertindas dalam kuasaku.
yang selama ini telah aku sakiti hati nya
yang selama ini telah aku bohongi
.
Aku harus kembalikan, semua harta kotor ini,
yang kukumpulkan dengan wajah gembira,
yang kukuras dari sumber yang tak jelas,
yang kumakan, bahkan yang kutelan.
Aku harus tuntaskan janji janji palsu yg sering ku umbar dulu
.
Dan Tuhan,
beri lagi aku beberapa hari milik-Mu,
untuk berbakti kepada ayah dan ibu tercinta ,
teringat kata kata kasar dan keras yg menyakitkan hati mereka ,
maafkan aku ayah dan ibu ,
mengapa tak kusadari betapa besar kasih sayang mu
beri juga aku waktu,
untuk berkumpul dengan suami dan anakku,
untuk sungguh sungguh beramal soleh ,
Aku sungguh ingin bersujud dihadap-Mu,
bersama mereka...
.
Begitu sesal diri ini
karena hari hari telah berlalu tanpa makna
penuh kesia-siaan
kesenangan yg pernah kuraih dulu, tak ada artinya
sama sekali mengapa ku sia sia saja ,
waktu hidup yg hanya sekali itu
andai ku bisa putar ulang waktu itu...
.
Aku dimakamkan hari ini,
dan semua menjadi tak terma'afkan,
dan semua menjadi terlambat,
dan aku harus sendiri,
untuk waktu yang tak terbayangkan...

Senin, 08 Februari 2010

Dengarkan curhatku



Ini lagu favoritnya upi
Dengarkan curhatku
Tentang dirinya
Betapa anehnya
Tingkah lakunya

Jujurlah padaku
Jujurlah padaku
Kau menyimpan rasa
Kau menyimpan rasa cinta
Nyatakan padaku
Nyatakan padaku
Perasaan itu
Perasaan itu cinta

Dengarkan curhatku
Tentang dirinya
Betapa manisnya
Senyum bibirnya

Jujurlah padaku
Jujurlah padaku
Kau menyimpan rasa
Kau menyimpan rasa cinta
Nyatakan padaku
Nyatakan padaku
Perasaan itu
Perasaan itu cinta

Dengarkan curhatku

Jujurlah padaku
Jujurlah padaku
Kau menyimpan rasa
Kau menyimpan rasa cinta
Nyatakan padaku
Nyatakan padaku
Perasaan itu
Perasaan itu cinta

Dengarkan curhatku
Tentang dirinya…