Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Maret 2011

Nada



Puisi ini berasal dari nama Naufal

Nadamu membuat terlena
Aku senang mendengar alunan lagumu
Untuk bisa tidur nyenyak
Fenomena alam membuatmu bernyanyi
Alangkah merdunya suaramu
Lagi-lagi aku membutuhkanmu

Denah


Puisi ini berasal dari nama Dimas

Denah yang kucintai

Ia selalu memberi petunjuk

Mengapa harus ada denah?

Ada denah karena memberi pengetahuan

Selama-lamanya selama hidup

Valentino Rosi


Puisi ini berasal dari nama Farhan

Final moto gp
Akan dimulai besok
Rosi sudah siap lomba
Hari yang ditunggu-tunggu sudah datang
Alam atau cuaca sangat bersahbat
Namun rosi terjatuh saat di belokkan

Buku


Puisi berasal dari nama Bayev

Buku kau sangat hebat
Aku dapat ilmu hanya dari kau
Ya walaupun aku jarang membacamu
Engkau teap memberiku ilmu
Vocal ku tidak cukup untuk jasamu buku

ALLAH


puisi ini berasal dari nama Thoriq

Tuhanku adalah ALLAH

Hari-hari aku beramalnya kepadanya

Orang-orang juga beramal untuknya

Rahmat yang diberikanya tak terhingga

Ingin aku tetap bersamamu

Quran adalah firmanmu

Minggu, 28 November 2010

Gunung


karya Rafli AlHamdi

Gunung kau indah sekali
Disana aku bisa melihat macam macam pohon
Gunung kau penyelamat bumi
Rasanya aku ingin sekali naik gunung
Disana sangatlah dingin
Kesanapun sangat mudah
Kuharap libur kai ini ke gunung
Karena aku sangat menginginkannya
Gunung aku mencintaimu

Kamis, 21 Oktober 2010

Garuda di Dadaku


by Ihsan

Oh garuda
Engkaulah pahlawanku
Garuda didadaku itulah impianku
Engkaulah yang berada di dadaku
Engkaulah yang aku banggai

Garudalah yang mempunyai keberanian
Garudalah pemimpin Indonesia
Ialah seorang pahlawan yang tak pernah menyerah
Garuda jangan menyerah
Engkaulah kebangsaanku

Bunda



Bunda kau mendidikku membesarkanku selama 9 bulan 10 hari
Menahan sakit, tidur tidak bisa,makan susah
Di hari persalinan mu kau memper taruhkan nyawa mu
Kau berkatatidak apa aku mati yg penting anakku selamat
Lalu dokter datang dengan pisau untuk mengoperasi perutmu
Untuk mengeluarkanku , ketika ku keluar sura tangis memenuhi ruangan
Kau melihatku dengan penuh sayang kau berkata semoga anak ini menjadi anak yang sholeh sewaktu ku tumbuh besar kau mendidikku merawatku
Tapi kadang ku kasar padamu
Ku minta maaf dan sekaligus terima kasih kepada bunda ku
Made
by; Raihan

Garuda di Dadaku




Garuda didadaku. garuda adalah tim yang kubangga kan
Di Indonesia garuda itu adalah tim yang hebat
Aku sangat suka Indonesia. Dan Indonesia
Pernah main di aff aku yakin suatu saat
Indonesia masuk piala dunia semua pasti
Mendukung indonesia di slalu bermain sportiv
Tidak pernah kasar aku akan slalu mendukungmu hingga akhir zaman
Saat ini Indonesia lagi bertanding melawan maladewa
Dan Indonesia menang 3-0
By:Sadam

Hati Damai


karya M. Rezki Nurismedi

Hati damai dalam sekolahan
Banyak teman, banyak guru
Yang baik hati. di sekolah aku
Mencari ilmu .agar masa depanku
Lebih baik.disini diajarkan
Untuk mengenal Allah.diajari budaya
Dan sains.guru tidak pernah lelah
Untuk memberi anak murid
Ilmu dan tidak mengharap balasan

Rabu, 22 September 2010

Sang Pencerah Dalam Pandangan Orang Biasa




Rabu, 16 September 2010 jam 15.00 (Toeng!!!! resmi banget awalnya. Hehhehhehe ) tanggal dan hari itu adalah waktu aku dan teman-teman nonton berempat Sang Pencerah di 21 PIM. Penasaran itu yang ada dibenakku tentang film ini. Karena aku dilahirkan oleh keluarga NU, dibesarkan pada lingkungan Muhammadyah, dan kerja pada lingkungan yang majemuk. Makanya aku penasaran dengan sosok Ahmad Dahlan yang sering aku dengar itu dari teman-teman yang sekolah di Muhammadyah.

Setelah menonton film besutan Hanung Bramantyo ini, aku bisa simpulkan film ini penuh dengan Keputusasaan, Kesetiaan, dan Pengharapan. Dari awal sampai akhir film yang dibintangi oleh Lukman Sardi ini Sangat Penuh Keputusasaan ini disebabkan karena tokoh ini berperan sebagai agent of change atau dengan kata lain adalah seorang perubah. Dan yang namanya berubah maka akan “melawan” kebiasaan atau dengan kata lain mengalami yang namanya pergesekan. Jangankan yang namanya merubah kebiasaan merubah posisi mata dari yang terbuka menjadi tertutup itu pun pasti mengalami “gesekan” yang membutuhkan waktu dan tenaga. Jadi suatu perubahan itu pasti membutuhkan yang namanya perubah, sesuatu yang dirubah, tenaga dan waktu.
Ahmad Dahlan yang ingin merubah kebiasaan yang menurutnya tidak berdasarkan aturan agama yang sebenarnya ini sangat penuh dengan pergesekan karena merubah sesuatu kebiasaan itu sangat sulit, dan karena sulitnya itu Sang Perubah pasti mengalami yang namanya keputusasaan. Tapi meskipun sering mengalami hopeless Ahmad Dahlan tetap bisa bangkit kembali karena dia dikelilingi oleh orang-orang yang selalu mendukungnya. Ia disana ada istrinya yang setia dan murid-murid yang selalu berada dibelakangnya. Maka lepasnya pengharapan itu bisa digantikan dengan pengharapan yang menggebu.

Ahmad Dahlan sangat beruntung ia mendapatkan istrinya yang sholehah. Ketika ia mendapat masalah sang istri meskipun tidak banyak berbicara selalu disamping ia, hmm apa lagi aku sangat menyukai keromantisan yang ditunjukkan oleh sang istri. Bagiku ada dua kejadian yang sangat romantis ditontonkan oleh sang istri. Yang pertama adalah pada saat sang suami curhat tentang masalahnya sambil makan ubi rebus, hmm istrinya yang diperankan oleh Zaskia Adya Mecca mengupas kulit ubi yang akan dimakan oleh suaminya lalu memberikan kepada Ahmad Dahlan. Hmm sangat romantis, mungkin bagi orang itu hal yang sepele tapi disanalah letak keromantisan sang istri. Adegan kedua yang romantis menurutku adalah adegan pada saat sang istri memberikan uang tabungannya kepada sang suami untuk kembali mendirikan musholah yang telah dirubuhkan oleh masyarakat yang tidak sepaham dengan Dahlan. Benarlah bahasa Quran bahwa “…..mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka.” (Al Baqoroh:187). Suami dan istri itu saling melindungi dan memperindah (Allah aku mau make a wish dl semoga aq dapat istri yang shalehah dan romantis.aaaaamiin).
Film ini kalau aku nilai adalah film biografi dari Ahmad Dahlan karena kelihatan sekali bahwa tokoh yang lain hanyalah pelengkap dari cerita. Sehingga konflik yang ada pada cerita adalah masalah yang dihadapi oleh Ahmad Dahlan. Salah satu masalah yang buat aku kecewa adalah ketika masalah perdebatan masalah kiblat yang saat yang lalu juga kita alami. Ahmad Dahlan sadar bahwa kiblat masjid dalam cerita tidak sesuai dengan arahnya lalu ia mengajak berdiskusi semua tetua agama. Aku pikir dengan ilmu dan alasan yang ia punya ia akan menjelaskan kepada tetua agama tentang pendapatnya, tapi lagi-lagi itu terbentur dengan pendapat seorang tetua yang menyatakan bahwa peta yang ia gunakan adalah buatan orang kafir, padahal ketika adegan ia digugat tentang madrasyah yang didirikan menggunakan meja dan meniru orang kafir bisa dijawabnya dengan mengembalikan omongan.

Pada adegan itu yang aku sangat sayangkan karena dari awal tokoh ini berfungsi merubah kebiasaan yang melanggar aturan syar’i tapi pada peristiwa yang penting itu ia “kalah” karena alasan peta itu buatan kafir. Tapi ada satu adegan yang sangat aku suka selain adegan romantis adalah adegan ketika Ahmad Dahlan ditanyai oleh muridnya apa yang dimaksud dengan agama, Sang Kiai tidak menjawab langsung apa yang dimaksud dengan agama tetapi ia malah memainkan biola yang ia dapat pada saat perjalanan haji. Dengan indahnya ia memainkan biola itu sampai-sampai semua orang yang mendengarkan tertidur. Lalu Ahmad Dahlan menjawab bagaimana rasanya? Murid-murid pun menjawab sangat indah dan buat tenang. Lalu ia pun menjelaskan bahwa begitulah agama. Tidak lama dari itu ia meminta muridnya yang diperankan oleh Jushoa Suherman untuk memainkan biolanya, sang murid yang memang tidak bisa memainkan biola memainkan biola dengan suara yang tidak enak didengar. Lalu sang kiai bertanya lagi bagaiman rasanya. Dengan jujur para murid menjawab tidak enak didengar, kacau dan merusak pendengaran. Lalu lagi-lagi sang kiai menjelaskan itulah agama jika tidak berdasarkan ilmu.

Tapi dibalik semua itu film ini aku pikir layak untuk jadi tontonan yang menuntun, tontonan yang memotivasi. Tontonan yang mengingatkan bahwa kita harus selalu berubah, berubah dengan alasan yang kuat dan mengarah kepada kebaikan. Film yang mengajarkan bahwa mengajar itu tidak harus kaku, yang mengajarkan bahwa mengajar itu harus melek dunia sekitar sehingga up to date.
Teruslah berubah karena jika kita tidak mengalami perubahan pertanda kita sudah mati ( orang biasa)

Palembang, 22092010
2:07 PM
Thoriq SITAF

Senin, 20 September 2010

Sinopsis Sang Pencerah


Sang Pencerah, itulah judul film yang mengangkat kisah Pendiri Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan. Sebuah film yang akan mengenalkan kita pada sosok yang sudah berkontribusi sangat besar bagi pendidikan di Indonesia. Karena sebagaimana kita tahu, KH Ahmad Dahlan adalah yang memberikan pendidikan pada rakyat kelas bawah melalui pesantrennya.

Banyak sumber sejarah bahkan menyatakan bahwa KH Ahmad Dahlan lah yang sebenarnya lebih layak disebut bapak pendidikan, karena Ia lebih dulu dari Ki Hajar Dewantara dalam memberikan kesempatan ‘sekolah’ pada rakyat kecil.

Film yang diperkirakan menghabiskan biaya produksi sebesar 12 miliar rupiah ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Aktor ternama Lukman Sardi yang diberi kepercayaan memerankan KH. Ahmad Dahlan. Film ini sendiri menurut keterangan Hanung akan diluncurkan pada bulan puasa 2010 ini atau bulan Agustus/September dan akan serentak tayang di bioskop-bioskop tanah air.

Selain Lukman Sardi, film ini melibatkan aktor lainnya seperti Slamet Rahardjo, Sujiwo Tejo, Ikranegara, Zaskia Mecca dan yang mengejutkan adalah Giring Nidji.

Lokasi syuting untuk film yang diangkat dari buku Sang Pencerah karya Akmal Nasery Basra ini dilakukan di Kampung Kauman, Kota Yogyakarta, serta beberapa tempat di daerah lain seperti Ambarawa (Jawa Tengah), dan Bogor.

Saya pribadi, sangat antusias menyambut film Sang Pencerah ini, karena menurut saya memang sangat dibutuhkan sebagai pencerahan sejarah, nilai perjuangan bangsa dan nilai-nilai ke Indonesia-an lainnya untuk diangkat ke layar lebar, ditengah film-film kuning yang kini dominan diproduksi ditanah air.

Setelah Film Soe Hoe Gie, Naga Bonar, Laskar Pelangi, Sang Pencerah, tentunya dinantikan karya-karya lainnya dari sineas kita terutama yang mengangkat kisah dan sejarah tokoh dan perjalanan bangsa ini, biar kita dan generasi yang akan datang tidak kehilangan akar sejarah bangsanya.

Deni Andriana

PENASARAN LIHAT SAJA TRILLERNYA

Kesurupan (Timbul Karena Ketakutan)



Ini adalah lelucon yang terpikir pada saat aku dan semua pegawai SITAF sedangkan melaksanakan outbond di perkebunan Pusri terletak di Jalan Indralaya-Palembang. Kejadian ini terjadi pada saat aku, Bunda Mona dan Laila serta teman-teman yang lain melihat-lihat jalan yang akan dilewati peserta pada saat Jurit Malam. Aku, Bunda Mona dan Laila jalannya agak paling belakang dibandingkan guru yang lain. Kami bertiga agak sedikit ketahutan (hehhehe sedikit saja bukan banyak) jadi aku iseng-iseng mengarang sebuah cerita, tidak tahu ide darimana tiba-tiba langsung saja aku ngomong seperti ini,
“Eh aku ada cerita, silahkan pilih! Apa yang akan kamu lakukan jika ada teman yang kesurupan. A. Berteriak, B. Memukulnya, C. Berlari.”
Bunda Mona pun menjawab “Kalau aku berteriak minta tolong panggil teman yang lain.”
“Kalau kamu Bunda Laila?” aku alihkan pertanyaan ini ke Bunda Laila sambil kami bertiga terus berjalan mengejar yang lain.
“Kalau aku jelas berlarilah takut nanti dicekiknya atau malah nanti aku yang kesurupan.” Jelasnya dengan rincian yang memperkuat pendapatnya.
“Heheeheh………” kami bertiga tertawa mendengar jawaban itu.
“Kalau kau Za?” Tanya Bunda Mona,
“Kalau aku pilih semua jawaban, Berteriak minta tolong, karena takut dan siapa tahu temanku sadar maka aku memukulnya, lalu jika dia tidak sadar juga aku berlari menginggalkannya.”
“Hahahahahha…..gila kau” Komentar mereka

Palembang, Awal Masuk Sekolah Setelah Libur Idhul Fitri
&*&()_(*))*_***

Selasa, 31 Agustus 2010

Bulan-Bulan Kelelawar Hitam



Lorok, April 2000
Dear Dy,
Apa kabar? sudah lama nih nggak curhat sama kamu. Habis aku capek sih, kajian di pesantren berjubel banget . Tapi today I want tell u about my problems. Pokoke aku mau curhat banyak dengan kamu deh.
Tau nggak, aku sekarang belajar bahasa Arab, baca Al Quran alias ngaji dan sekarang latihan bagaimana cara berjilbab. Eh aku sudah satu tahun di pesantren. Pasti kamu bertanya deh koq aku mau belajar bahasa Arab, ngaji dan sekarang mau berjilbab padahal dulu kan paling anti dengan segala sesuatu yang berbau Islam. Tapi ya itulah tidak ada yang mustahil jika Tuhan sudah memanggil. Selain itu, segala yang berbau Islam di atas adalah suatu keharusan yang harus dipelajari di pesantren. Jadi ya senang gak senang harus senang.

Indralaya, awal Juli 2000
Dear Dy,
Sekarang aku sudah jadi M, A, H, A, S, I, S, W, A, MAHASISWA di fakultas impianku. Itu tuh fakultas MIPA jurusan Fisika di universitas yang termurah dan terluas se-Asia Tenggara, ya apalagi kalo bukan The University of Sriwijaya . Sekarang ini aku lagi mo cari kostan nih. Tapi aku bingung nih, kata tentorku di pesantren aku harus gabung dengan para jilbaber biar aku bisa bersosialisasi. Tapi ortuku lebih senang aku di kostan yang daerahnya majemuk, ditakutkan nanti aku gabung sama jilbaber aku bisa terpengaruh.
Akhirnya setelah berkonsultasi sana sini option dari ortu deh yang diterima. Sekarang aku berada di kostan Mentari yang tidak begitu jauh dari kampusku. Dengan ukuran kamar 4x4 m. eh hampir lupa sekarang aku pake jilbab (kalo di kampus) maklumlah panggilan Tuhan.

Indralaya, akhir Juli 2000
Dear Dy,
Aku sekarang sering diajak oleh para penghuni mushollah yang serba gede (Ups, maksudnya jilbab dan pakaiannya) tuk aktif di organisasi keagamaan. Ayah sih gak setuju kalo aku gabung di sana, takut aku kena pengaruh. Tapi tentorku, menyarankan supaya aku ikut gabung di sana,. Alasannya sih biar aku tau keadaan dan aktivitas mahasiswa yang beragama Islam di sana. Aku bingung, tolong dong, mana pilihan yang bagus. Lagi-lagi ortu atau tentorku.
Oh ia kita lupakan dulu deh yang diatas, pas masuk kuliah aku ketemu dengan cowok keren banget. Orangnya putih, rambutnya belah pinggir, hidungnya mancung, tingginya sih kurang lebih 177 cm. Kalo diibaratkan dengan artis mungkin seperti, Nicky Tirta, Si Damar dalam sinetron Bidadari. Cuma yang ini lebih tinggi. Jadi lebih keren deh. Duhai kekasihku duhai pujaanku what is your name akang? I love you.

Indralaya, awal Agustus 2000
Dear Dy,
Heboh, bgt gitu loh bulan ini. Why? Because, aku sekarang jadi anggota organisasi ke-Islaman sedangkan yang kedua ternyata cowok yang keren banget itu, ikhwan (itu tuh, istilahnya penghuni mushollah buat kaum Adam yang tau agama). Awalnya sih, aku menyayangkan cowok sekeren itu, koq sudah ngurusi kegiatan seperti ini agama Islam lagi. Tapi lama-lama senang juga karena sekarang lebih dekat dengan bapak keren satu ini.
Mengenai organisasi baruku pertamanya sih, aku agak kagok dengan all of activities in this organitation. Dari harus pake istilah gurun pasir lah ( meskipun sedikit ) seperti afwan untuk maaf, akhi untuk yang cowok, ukhti yang cewek, nunduk kalo ketemu yang lawan jenis, kalo mau syuro bahasa mereka untuk menggantikan istilah rapat pake penghalanglah baik itu berupa tripleks maupun kain. Tapi meskipun aneh dan sedikit menyusahkan, tapi untuk Tuhan pasti dapat aku lakukan. Dan di pesantren setidaknya meskipun sedikit sudah dipelajari.

Indralaya, akhir Agustus 2000
Dear Dy,
Aku makin kepincut nih dengan Faisal, itu tuh cowok keren yang aku ceritain awal bulan kemarin. Selain ganteng dia juga, seorang aktivis yang terkenal. Siapa sih yang kenal dengan doski, meskipun baru semester satu. Beliau dari SMA sudah aktif dengan gawean yang berbau Islam.
Aku punya pengalaman yang lucu, malu-maluin, sekaligus menegangkan tentang dia. Mau tau ceritanya ( mauuuuu ), begini ceritanya: pada saat syuro di dalam ruangan belajar untuk mempersiapkan kegiatan tuk Ramadhan. Aku kan jadi sekretaris. Karena di ruangan nggak ada yang namanya hijab, jadi kami bisa saling lihat apalagi duduknya saling berhadap-hadapan. Jadi bisa saling lihat deh mana-mana ikhwan yang ngurusin kegiatan mushollah yang selama ini hanya kenal dari suaranya sekarang tau bagaimana tampang wajah mereka ( mereka keren-keren lho, pada pake jenggot jadi tambah cute deh. Tapi Faisal tetep lebih keren. Faisal I Love U ). Mungkin mereka juga kali, mau tau mana yang namanya Trian yang terkenal dengan kecantikannya ( deh muji diri sendiri nih ). Tapi pas rapat berlangsung ternyata mereka tidak saling lihat.
Gila mereka ini pada nggak normal kali ya. Masak nggak nyetrum satu sama lain. Kalo aku kan tegangan 240 watt( dimana dong yang lucu dan menegangkannya ).
“Kita itu harus bisa mengajak mahasiswa yang lain tuk menghadiri acara Ramadhon nanti. Jangan sampai yang datang itu-itu saja!” Faisal angkat bicara setelah terpilih jadi ketua pelaksana.
“Kami sangat setuju dengan kamu Sal, benarkan Trian” Doni menanggapi omongan Faisal sambil mencari dukungan padaku.
Karena lagi kena hipnotis dengan ketampanan Faisal, aku pun menjawab,
“Ia, Faisal memang keren” kontan saja jawabanku yang nggak nyambung itu mendapat reaksi yang beragam dari peserta rapat, dari sekedar tertawa, manggut-manggut pertanda setuju dengan aku bahwa Faisal ganteng atau manggut yang lain maksudnya awas loe Trian habis ini tak kena sidang loe, bahkan ada bebarapa yang serempak mengucap Istighfar.
Itu kejadian yang lucu, nah sedangkan yang menegangkan itu terjadi pas aku berpapasan dengan My Love ( wah jarang-jarang nih , pucuk dicinta ulam pun tiba ).
“Asslamuallaikum” sapanya sambil melepaskan tendangan senyumnya padaku, jelas saja gawang hatiku kebobolan. Yang memang kagak dijaga dan kalau pun dijaga takkan ku halangi bola senyumnya.
Aduh Kang Mas senyummu manis sekali ( eh jangan-jangan ini lampu hijau nih, Cek n Ricek, Kabar-kabari ada gosip baru nih ). Pada saat berpapasan ternyata tanganku tak kuasa membawa buku yang wajibharusku miliki.
“Bruak...” semuanya terjatuh, kertas-kertas yang berada di dalamnya berserakkan. Arjunaku pun refleks memungutinya, tangan-tangan kekarnya telaten sekali.
“Apa ini?” tanyanya dengan nada heran sambil memegang kertas berkulit merah hati.
Melihat itu pun wajahku langsung menegang. Aduh Faisal pasti marah nih pikirku. Tapi, ia hanya tersipu dengan senyuman.
“Ini!” katanya sambil memberikan surat dengan buku dan kertas tugasku yang telah dikumpulkannya sambil melangkahkan kakinya setelah mengucapkan do’a kesejahteraan.
Tuhan, Faisal tahu isi hatiku. Dia baca surat yang berisi cintaku padanya. Apa dia bakalan marah denganku, tapi tadi dia tersenyum yang berarti........

Indralaya, awal September 2000
Dear Dy,
Sejak kejadian bulan kemarin, aku happy banget gitu loe. Why? Because aku dapat surat berkulit merah hati, tau nggak isinya,
Trian, sejak pertama kali aku memandang wajahmu. Hatiku terus tergoda melihat senyum manismu ( ye katahuan inikan lagunya ‘Umpan’, Thomas Jhorgy ). Aku tahu bahwa sebenarnya aku tak boleh melakukan ini, tapi hatiku tak sanggup menahannya. Aku tak sanggup menutupi meskipun aku tahu bahwa di dalam Islam nggak ada yang namanya pacaran. Tapi Trian, Ana Ukhibukum.
Oh Faisal, Ana Ukhibukum, I love u too, aku tresno karo koe, aku cinto jugo samo kau Faisal.

Indralaya, akhir September 2000
Dear Dy,
Trian, hari ini aku tunggu di depan kantin jam dua. Aku tunggu jawabanmu sekarang.
Itu adalah isi surat terakhir yang ku terima setelah kelima surat merah jambu yang ku terima di tempat yang sama yaitu di dalam lockerku. Faisal aku tahu kalau kau juga mencintaiku.
Kontan saja, karena cintaku tidak bertepuk sebelah tangan. Yang terjadi adalah otakku membayangkan apa yang akan terjadi pada proses penembakan nanti dan kata-kata apa yang akan diucapakan olehnya. My heart gundah-gulana dari pagi tadi ketika surat itu ku terima sampai sekarang ( aduh jatuh bangun nih ).
Ketika arloji berwarna yang sesuai dengan perasaanku menunjukkan lima menit terakhir mata kuliah pak Antoni, guru killer yang mengajar kalkulus. Yang kalau ngajar jarang sekali menatap mahasiswanya en sekali marah dunia serasa mau qiamat ( maaf, kalo terjadi kesamaan dalam penamaan dan karakter tokoh. Ini semua bukanlah merupakan unsur kesengajaan tetapi memang ketidaksengajaan semata ) dan lima menit pelabuhan armada cintaku dengan Sang Pangeran akan segera dimulai.
“Trian, mengapa kau tersenyum? Coba kau jelaskan materi yang barusan bapak sampaikan”berang Pak Antoni dengan logat Medannya ketika melihatku tersenyum membayangkan proses katakan cinta yang akan dilakukan Faisal. Akupun salting ( salah tingkah ) bingung nih materi apa yang akan diulangi. Wong satu pun nggak ada yang nyangkut teriak hatiku kebingungan.
“Maaf pak, waktunya sudah habis” Karen, gadis centil yang hobinya dandan dan bergosip itu angkat bicara ketika jam kuliah telah habis. Bagus Karen, terima kasih girang hatiku.
“Baiklah yang lain silahkan keluar, Trian kamu tetap di tempat”
Tuhan, bagaimana dengan Faisal pikirku.
Seribu delapan ratus detik aku diceramai, entah berapa ratus kata yang telah bapak satu ini keluarkan. Tapi tak ada satu pun yang nyangkut dipikiranku. Faisal sabar ya, jangan pulang pintaku dalam hati.
“Trian, yang jelas jangan kamu ulangi lagi”itulah kalimat pengakhir yang diucapkan oleh beliau yang ku ingat.
Dengan gerak cepat, ku tinggalkan ruangan tempatku menimba ilmu dan pak Antoni dalam kepuasannya.
“Faisal jangan marah ya”gumamku kebingungan apa yang akan terjadi nanti.
Ketika di kantin, ternyata Faisal tidak ada. Apa dia marah padaku cemas batinku.
“Bu, ada nggak tadi Faisal?”tanyaku pada penjaga kantin
“Maaf neng, ibu nggak tahu yang namanya Faisal”
“Pak Antoni, ini semua salah kamu. I hate you”maki ku menimpahkan kekesalan, yang membuat penjaga kantin bingung.
“Assalamuallaikum”tegur Aisyah, aku pun hanya diam seribu bahasa.
“Lagi ada masalah ya”sambungnya mencoba mengintrogasiku dengan senyum manis dan kelembutannya.
“Nggak kok”jawabku singkat.
“Kalo ada masalah cerita dong”
“The Choice Dialog Islam Kristen, boleh nggak pinjam bukunya”pintaku sambil mengalihkan pembicaraan.
“Ini, buku itu tentang membongkar kepalsuan Alkitab”jelasnya mengenai isi buku yang berkulit merah kecoklatan karya Ahmeed Deedat yang membuatku terkejut. Aku pun langsung membuka buku itu.
“Salah satu bukti Alkitab itu bukan firman Tuhan adalah adanya ayat porno. Seperti surat Yehezkiel pasal 23 ayat 1 sampai 21” urainya mengenai salah satu isi buku itu.
Aku pun segera mengambil Alkitab yang ada di dalam tasku, ku buka dan ternyata.... Tuhan.....
Sambil membuka lembar-lembar buku itu aku pun bertanya,
“Buat apa kamu pelajari agama orang lain?”tanyaku dengan sinis.
“Buat mencari agama yang sebenarnya”jawabnya tenang. Aku pun terkejut dengan isi Alkitab yang ternyata ada ayat-ayat yang begitu menjijikan ini dan tak layak disebut ayat suci. Serta parahnya lagi, aku tidak tahu meskipun aku sudah berusia 18 tahun dan di pesantren sudah enam tahun.
“Kalo Al Qur’an bener coba apa yang dimaksud dengan Qul’azu birobbinnas, Katakan aku berlindung pada Tuhan manusia, pada surat Annas. Bukankah yang dimaksud dengan Tuhan manusia disana adalah Yesus?”sergahku dengan pertanyaan yang biasanya membungkam mereka yang ngakunya beragama Al Haq ini, Islam.
Ternyata ronah wajahnya tidak sedikit pun berubah, apakah ia dapat menjawabnya batinku bertanya.
“Tuhan manusia disana bukan berarti Yesus, tetapi....Sebelum kesana Tuhan manusia itukan terdiri dari kata benda, Tuhan kata benda, manusia juga kata benda. Benarkan itu?” tanyanya balik dengan sedikit bermain kata-kata dan logika.
“Ia, apa maksudnya?” jawabku singkat disambung dengan pertanyaan.
“Tuhan manusia itu sama dengan Tas Trian yang merupakan kata benda, tas kata benda, Trian kata benda. Kalau seandainya katanya tadi Tuhan manusia berarti Tuhan berbentuk manusia yang berarti Yesus. Bagaimana dengan Tas Trian, apakah tas Trian itu berarti tas berbentuk Trian.”jelasnya sambil menatap mataku. Aku pun hanya tertegun diam dan menerima perumpamaannya.

Indralaya, awal Oktober 2000
Assalamuallaikum, Ry
Tau nggak sejak kejadian akhir September lalu, aku merubah jalan kehidupanku. Awalnya aku adalah kelelawar hitam yang diutus oleh Pesantren Alkitab Palembang* untuk mencuri informasi dan menyusup diantara domba-domba yang tersesat. Sekarang aku berada di antara domba-domba itu yang merupakan jalan yang lurus. Jalan yang penuh dengan kelogisan.
Eh tau nggak, pada saat penembakan ternyata Faisal tidak masuk kuliah karena sudah satu bulan dirawat di rumah sakit. Berarti selama ini ........ Biarlah siapa pun Sang Pencinta itu, yang jelas harus aku lupakan sejenak. Biarlah aku bercinta pada Sang Pencinta yang lebih kuat dari beliau. Yaitu Rabbku Allah SWT.
Palembang, 17 April 2005 20:20 WIB
Terima kasih buat keluargaku dan anak Jamaat Unsri
Cat: *Pesantren Alkitab Palembang adalah salah satu sekolah misionaris yang letaknya tidak begitu jauh dari Unsri.

Sabtu, 21 Agustus 2010

Satu Jam Pembantaian Insan




Gelap, kaku keadaan di dalam ruangan rumah begitu juga barang-barang di dalamnya pun diam seribu bahasa. Rembulan pun tak mengeluarkan panah lembutnya ke bumi dan Sang Malam pun seperti biasanya dengan pakain gelapnya.
Pasukan angin malam mencoba merangsek ke dalam pori-poriku, mencoba mendinginkan hatiku yang membara. Yang jelas aku harus melakukannya hari ini juga. Aku pun melangkah dengan pasti menuju dapur mengambil sesuatu yang kan ku gunakan untuk melaksanakan semua impianku tuk hidup damai. Seberkas cahaya mantul dari barang yang ku ambil. Tajam, hidup damai itulah yang dapat ku lihat. Benda ini,lah yang kan mewujudkan semua keinginanku. Pisau, ya pisau inilah yang akan mewujudkannya.
Aku pun melangkahkan kaki dengan mudahnya, ke kamar orang yang selalu mengangguku kulihat banyak bayangan hitam berklebatan yang ternyata pasukan syetan menghampiriku. Mereka menuntun kakiku tuk melangkah. Ku buka pintu kamar itu.
“Krek…..” Suara pintu pun seolah berpihak pada ku dengan menimbulkan suara yang tak begitu besar sehingga nyaris tak terdengar.
Itu dia manusia yang selalu mengangguku, dan yang selalu dibela. Ku hampiri sosok tubuh itu. Ini yang pertama.
“Cras, cras, cras.”
Berkali-kali ku ayunkan pisau yang ku pegang ke arah tubuh mungil yang sebulan lagi genap berusia delapan tahun itu. Darah pun berhamburan ke mana-mana, mengalir bagai anak sungai. Satu orang telah tiada, tak ada lagi yang akan mengangguku. Tak akan ada lagi manusia yang dibela.
“Bu, lihat adik nih. Dia merusak hasil karyaku. Besokkan akan dikumpul. Nanti aku kena marah guru nih!” aduku kepada Ibu
“Salah kamu sendiri, masak taruh barang sembarangan!” jawabnya yang tak sesuai dengan keinginanku.
Tiba-tiba lembaran-lembaran memoriku muncul bagai adegan film yang diputar oleh pasukan syetan yang sekaligus menambah semangatku untuk hidup damai tanpa seorang pun yang mengangguku, yang dibela, yang menyalahkanku, yang memarahiku, yang……, yang. Tak terbayangkan alangkah senang dan bebasnya aku jika itu semua dapat terwujud.
Isi ruangan pun hanya bisa berdiam diri melihat kejadian yang barusan terjadi di dalam kamar itu. Mereka diam malas tak bergeming sedikit pun. Syetan- syetan pun bersorak sorai melihatnya. Biarlah sekarang aku menjadi sekutu syetan tapi jika semua apa yang ku inginkan terwujud aku takkan mau bersekutu lagi.
Aku segera mempercepat langkah. Aku takut orang yang tidak berlaku adil, yang selalu menyalahkanku, yang memerintahku ini-itu, yang selalu memarahiku terbangun. Ternyata apa yang ku takutkan pun terjadi.
“San, kamu dengar sesuatu?” tanya Ibu cemas.
Aku pun diam seribu bahasa, seolah-olah tak bertelinga mendengar pertanyaannya.
“Ibu dengar suara gaduh dari kamar adikmu!” sambungnya lagi.
Tanpa basa-basi, aku pun melayangkan pisau yang masih berdarah itu ke ibu.
“Cras……..!”
Tangan Ibu tergores. Ia berlari menjauhiku. Aku pun mengejarnya sambil mengayun-ayunkan pisau yang ku pegang.
“San, Insan, sadar nak. Ada apa dengan mu? Ini Ibu nak!”serunya mencoba menyadarkanku sambil menjauh.
“Apa Ibu? Kau yang seharusnya menyayangi ku tapi mengapa kau tidak pernah berlaku adil. Kau hanya membela adik, kau hanya menyalahiku padahal jelas-jelas adik yang salah. Kau suruh aku ini-itu padahal aku lelah, capek dari sekolah. Kau hanya menuntut, ku harus begini, begitu” jawabku penuh kebencian seakan mau menumpahkan semua isi hatiku yang lama ku pendam.
Lagi-lagi prajurit syetan tertawa dengan sekencang-kencangnya. Mereka terus memberi ku semangat sambil membuka memori lamaku satu persatu, sehingga menambah kebencianku.
“ Insan….. kamu ini bagaimana sih baju belum dicuci, terus taruh sepatu sembarangan”celoteh Ibu kesal
“San, adikmu itu disuapi makan dulu, ibu lagi sibuk nih!”teriak Ibu
“San kamu ini belum ganti pakaian juga !”
“Kamu ini malas benar nyapu rumah, tuh lihat sampah. Jangan dibiarkan saja”
“San, kamu kok nggak tau diri, masak nggak mau ngalah sama adik sendiri”
“San, kamu ini…….”
“Kamu ini…………”
Berkali-kali syetan membuka memori lamaku, sehingga memompa semangatku untuk membunuh orang yang sangat ku benci.
“Cras, cras”
Lagi-lagi pisau itu meminta nyawa, berkali-kali pisau itu ku ayunkan dan mengenai tubuh, muka ibu. Darah pun berhamburan kemana-mana. Ke mukaku, ke tubuhku, ke dinding. Sungai merah pun mengalir dengan derasnya. Lagi-lagi pasukan syetan tertawa kali ini ada yang besar sepertinya raja syetan ikut menonton dan memberiku semangat.
“Insan……….”serunya pelan sambil memegang tubuhnya yang luka tuk menahan rasa sakit.
Aku hanya bisa tersenyum puas melihat tubuhnya terkoyak, jarinya putus, darahnya mengalir membuat sungai merah yang mengalir begitu deras.
Dingin, lagi-lagi pasukan angin mencoba merangsek masuk kedalam tubuhku mencoba mendinginkan hatiku. Sinar putih meluncur dari langit yang ternyata pasukan malaikat yang tak mau tinggal diam melihat perbuatanku, dan perbuatan pasukan syetan yang sedari tadi terus membantuku melaksanakan cita-citaku tuk hidup damai, aman, bebas tak ada yang mengatur lagi.
“Mau apa kalian?”tanyaku pada pasukan malaikat yang baru turun
“Mau mencabut nyawaku”sambungku dengan sombongnya sambil mengarahkan pisau yang baru saja ku gunakan tuk mewujudkan semua harapanku ke mereka. Lalu ku jilat darah yang ada di pisau. Mereka pun tak bergeming dengan ucapan dan tingkah laku ku.
“Kamu sakit, sini Ibu kompres. Biar dingin”bujuk seorang wanita sambil meletakkan sepotong kain telah diberi air itu tuk bocah laki-laki yang umurnya sekitar dua tahunan yang terlelap tidur. Setelah melakukan itu ia tidak langsung tertidur tetapi menjagai anak itu.
“Plok,” suara tangan halusnya memukul nyamuk yang melintas di atas tubuh anak itu. Meskipun Sang Nyamuk hanya numpang lewat tapi ia harus mati demi anak yang terlelap tidur itu.
“Siapa dia?”tanyaku bingung melihat adegan yang sepertinya pernah ku alami
Para malaikat pun tak bergeming. Ternyata malaikat tak mau ketinggalan dengan pasukan syetan yang memutarkan film memori di otakku.
“San kamu lapar?”seru wanita tadi yang ternyata ibuku dan anak mungil itu sudah pasti aku. Aku pun mendapat pukulan telak tentang gambaran yang ada di hatiku.
“Di, bagaimana keadaan kakak”tanya wanita tadi pada bocah yang mungkin berusia lima tahun.
“Sini gantian sama Ibu. Kamu istirahat dulu kan sudah setengah hari nungguin kak Insan”
Berkali-kali muncul adegan yang menolak gambaran ku tentang ibu dan Adi, adikku, yang sangat jauh perbedaannya dengan yang ada di benakku.
“San kamu nggak apa-apa nak”
“Kak Insan sini Adi Bantu”
“San……”
“Kak…….”
“Insan kamu sudah makan nak”seru suara tiba-tiba yang berasal dari belakang ku
“Astagfirullah, Ya Allah apa yang ku lakukan”
Perasaan ku pun berkecamuk dengan kejadian yang barusan terjadi. Apakah ini hanya ilusiku atau ……..kenyataan. Butiran bening pun tak terasa mengalir di pipiku.
“Eh, kamu dari tadi Ibu lihat ngelamun. Emangnya mikiran apa sih, Ibu boleh tau nggak”sambungnya dengan pertanyaan yang beruntun sambil mencubit gemas tubuhku.
“Au….., sakit Bu nanti Insan ke sana”aduku kesakitan yang berarti aku tidak berada di ilusi atau alam hayalku. Yang berarti pula bahwa adegan mengerikan yang barusan ku lakukan berari itu hanya hayalanku. Ibu pun meninggalkan ku di kamar dengan kebimbangan.
Ku coba tuk merunut kembali apa yang ku lakukan. Oh ia akukan tadi lagi menulis surat buat lomba Surat Cintaku Untuk Ibu yang diselenggarakan oleh IPMUSTAQ (Ikatan Pemuda Musholah Taqwa) pada pukul sepuluh sekarang….. mataku pun mencari jam dan ternyata aku berhalusinasi membantai keluargaku selama satu jam.
Ya Allah biarkanlah adegan pembantaian tadi menjadi hayalanku saja jangan sampai menjadi itu menjadi kenyataan. Jauhilah aku dari bisikan syetan yang bersembunyi di dalam hatiku.
Aku pun melayangkan pandanganku ke arah surat yang telah aku buat.
Assalamuallaikum. Wr. Wb.
Segala puji hanya untuk Allah Raja di Raja yang telah memberikan setitik Rahman dan Rahimnya kepada segala mahluk ciptaan-Nya sehingga mereka bisa berkasih saying terhadap sesama.
Sholawat dan Salam kita harurkan kepada Hamab Allah yang suci yang menjadi suritauladan kita disegala bidang terutama dalam tauladan berkasihsayang Nabi Muhamad SAW.
Met hari Ibu, bu. Hari ini dimana ibu-ibu mendapat kasih sayang dari anggota keluarganya yang lain.ibu, tapi bibir ini tak sanggup tuk mengucapkannya. Apalagi tubuh ini tuk membantu memberikan sesuatu sebagai ucapan terima kasih. Mungkin lewat suratlah aku bisa mengungkapkan selamat meskipun tulisan ini terasa kaku dan tak bisa membalas kasih sayang yang engkau berikan.
Bu, aku mulai sadar mengapa engkau begitu rewel. Dimana segala segala sesuatu yang aku lakukan engkau komentari. Aku mulai sadar mengapa kau suruh aku ini, itu. Ternyata apa yang engaku komentari itu semua perbuatan yang harus aku kurangi. Karena engkau berharap aku lebih baik. Aku baru sadar, apa yang engkau suruh ini, itu supaya pada saat dewasa nanti aku bisa berdikari. Aku bisa mandiri.
Entah berapa banyak, ugh, cacian, atau pun gerutuan yang aku ucapkan. Entah berapa banyak halusinasi pembantaian yang ku lakukan di benakku. Yang semua itu disebabkan oleh ketidaktahuan atas semua rewelmu.
Oleh karena itu maafkanlah anakmu ini, Ya Ibu. Semoga Allah mengampuni dosaku dan dosamu Ibu. Amin.
Wassalamuallikum. Wr. Wb.
Selamat Hari Ibu
Anakmu

Insan


“Kak Insan disuruh Ibu ke ……”
“Bruak.”
Aku pun berpaling ke sumber suara benda yang jatuh itu,
“Bu mobil-mobilan Insan hancur gara-gara Adi”pekikku kesal
“Salah kamu sendiri masak taruh barang sembarangan”

Palembang, Agustus 2004
Ya Allah jauhilah diri ku dari bisikan syetan yang bersembunyi di hati
To : Orang Tuaku, dan Saudara-saudaraku semoga Alloh berikan Hidaya-Nya kepada kita. Amin

Kamis, 22 Juli 2010

Zivilia, Aishiteru Cinta Terdekat


Hmm lagi-lagi aku mendengar lagu Zivilia Aishiteru, awalnya aku tidak begitu suka dengan lagu ini tapi karena sering didengar akhirnya suka juga apa lagi kemarin di facebook aku mendapat bukti bahwa lagu ini hasil jiplakan lagu band Jepang. Pas didengar memang mirip tu lagu dengan lagu band Jepang. Lagi-lagi plagiat pikirku tapi what ever la yang jelas aku g begitu pusing dengan berita itu. I don’t care.
Tapi judul lagu ini yang membuatku teringat akan seseorang dan “memaksa” untuk buat aku sedikit berkomentar. Aishiteru heheheh, ini judul mengingatkan aku akan sesorang. Ia dia menuliskan namaku di hapenya dengan nama Aishiteru. Awalnya aku tidak tahu apa itu arti Aishiteru lalu dia menjelaskan kalau Aishiteru itu berasal dari bahasa Jepang yang artinya aku suka kamu, aku cinta kamu. Hmm ternyata dia sangat sayang aku pikirku. Lalu aku pun memanggil dia dengan nama adek yppas, yang merupakan singkatan dari adek yang paling paling aku sayangi (ckckc lebay bgt ya. hehhehe).
Hari demi hari bahkan menjadi bulan, ternyata kami harus membatalkan perjanjian hati yang telah kami buat. Aku hopeless, remuk tanpa bentuk, berjalan tanpa arah. Aku mendadak gila dibuatnya. Aku coba menghubungi dia tapi kecewa yang ku dapat. Tapi aku tersadar bahwa aku tidak boleh mati, aku harus hidup tanpa dia. Jika sebelah kakiku patah maka aku harus tetap berdiri dan berjalan meskipun pincang. Jika tanganku sebelahnya putus maka aku harus tetap mengangkat beban meskipun tidak begitu kuat. Jika sebelah mataku buta maka aku harus tetap menggunakan sebelah mataku untuk membaca cerita kehidupan yang ada dihadapanku.
Ia meskipun begitu aku sadar aku masih punya orang terdekat yang sayang aku. Ada orang yang tersembunyi bilang Aishiteru kepadaku. Mereka ada buat aku. Ia mereka adalah keluarga dan sahabatku. Meskipun mereka tidak pernah menunjukkannya tapi bukti itu ada. Ia bukti itu ada. Benarlah kata orang kadang kita berpikir bahwa rumput tetangga indah padahal rumput di rumah kita itu indah. Kadang kita tidak menyadari itu. Terkadang kita sangat begitu berterima kasih sama orang lain yang menolong kita tapi kita terkadang jarang atau mungkin tidak pernah ucapkan terima kasih sama orang terdekat yang melakukan kebaikan pada kita.
An Nisa : 1. Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.
At Tahrim : 6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
Aku sadar aku boleh tetap sayang sama orang yang panggil aku Aishiteru dengan tetap menjalin silaturami sama dia tapi aku juga harus tetap sayang sama keluargaku yang sangat menyayangiku. (terima kasih keluargaku terima kasih adek yppas). (Home, 210710)

Hanya Satu Yaitu Kau


Beberapa pekan ini atau mungkin sudah masuk hitungan satu bulan kali ya, kami sekeluarga dan tetangga sekitar rumah resah oleh seorang pemuda yang kebiasaannya ‘ngelem’. Setiap malam dimulai pada saat waktu Maghrib (hehhehehe seperti setan saja kalau Maghrib berkeliaran atau memang tu anak da jadi ….. ). Kalau dia sudah ‘ngelem’ mulai de tertawa sendirian, mondar-mandir gak jelas kemana, enak kalau cuma itu yang dilakukannya. Eh ne anak malah panjang tangan ada saja barang yang hilang. Helm di rumah dan bunga plus potnya diambil juga oleh dia. Dikatakan gila tapi dia tau uang dan hoby maling. Ckckck bahkan dia pernah melempar bapak pakai kaleng lem yang dihisapnya pada hal bapak Cuma duduk saja di luar rumah. Alhamdulillah bapak tidak apa-apa dan masalah cepat selesai.
Selang beberapa hari lorong aman karena tidak ada dia, eh g taunya semalam pas lagi enak-enaknya makan sama keluarga dan dek Ayu sama dek Yayan lagi duduk di ruang tamu ada yang melempar kaca. “Bruaak” suara kaca pecah, sekeluarga panik adik-adikku yang kecil teriak. Aku dan dua adikku langsung keluar ambil kayu yang ada di samping rumah bekas kayu bangunan sebelah rumah. Kami teriak dan langsung mau memukuli dia, tu pemuda melawan tapi dilerai oleh keluarganya. Aku dan adikku Yayan mendekat tuk berikan “perlawanan”. Lalu keluarganya mendekat sambil berkata “Kagek kaconyo kami ganti (nanti kacanya kami ganti).” Aku spontan ngomong “ bukan masalah kaconyo wak tapi kalu keno adek aku cak mano?(bukan masalah kacanya wak tapi kalau kena adikku bagaimana?” adikku yang bungsu menangis sambil teriak karena shok.
Ternyata tu pemuda malah tetap berikan perlawanan sambil mengeluarkan senjata dan mau ambil batu yang ada disekitar dia. Ehm kami cemas, lalu adikku Yayan telepon temannya yang polisi lalu ceritakan masalah ini, namun jawaban yang diterima apa dia lagi di luar kota, lalu aku telepon bapak dan ceritakan kejadiannya, bapak pun langsung pulang ke rumah. Mamak pun suruh aku telepon Mang Badar, aku pun menelpon mang Badar dengan melihat bahwa tu “sampah” masih tetap mau memberikan perlawanan. Lagi-lagi apa yang ku dapat “maaf Mang Badar dak biso kesano karena bis kecelakaan ini be nak begawe dipaksoi kareno dak lemak badan (Maaf mang Badar tidak bisa kesana karena habis kecelakaan. Ini saja mau berangkat kerja dipaksai karena tidak enak badan)”
Aku kecewa melihat orang-orang yang bisa diharapkan pertolongannya bahkan tetangga sekitar rumah yang katanya juga resah tidak keluar seorang pun. Hei dimana kalian, kami ada masalah ni, bukankah ini juga masalah kalian? Batinku
Adik-adikku menelpon orang-orang yang bisa diharapkan ternyata apa hasilnya nihil. Lalu aku teringat dengan “seseorang’ yang bisa aku harapkan. Dan dia tidak akan mengecewakanku. Ia dia Allah, Dia dekat. Dia ada. Aku pun bermunajat dalam hati Allah Kau pasti menolongku. Tidak ada lagi yang bisa aku harapkan kecuali Kau. Kau sebaik-baik penyelesai masalah. Alhamdulillah suasana menjadi tenang dia pun ditarik oleh keluarganya ke dalam rumah. Tidak lama dari itu bapak datang, pak RT datang. Lagi-lagi aku tersadar hanya satu yang takkan buat aku kecewa yaitu Kau Allah. Aku sadar berkali-kali melukaiMu dengan kesalahan yang aku perbuat baik dengan sengaja atau pun karena ketidak tahuan aku. Tapi aku sadar tidak akan ada yang bisa menolongku kecuali Engkau Allah.
Allah Kau sebaik-baik pelindung Lindungilah aku sekeluarga. Allah Kau sebaik-baik pengabul permintaan tolong kabulkan pintaku ini. Maaf kan terkadang jadi “penantang” dan melukaiMu. (Home, 210710)

Selasa, 25 Mei 2010

Bapak dan Juzri




“Ini kurang bersih! Ini seharusnya seperti ini! Kurang kuat nyikat bannya! Kalau sudah langsung dilap biar tidak ada bercaknya!” Itulah rentetan ucapan bapak ketika menanggapi motor yang habisku bersihkan. Komentar yang sudah aku duga.
“Cerewet, tidak pernah hargai hasil orang! Orang sudah capek.” batinku meledak mengeluarkan kata-kata karena kecewa. Setelah semua kata-kata itu keluar dari hak meskipun tak terucap oleh lidah lagi-lagi aku tersadar bahwa bapak sayang aku, ia seperti ini biar aku baik, biar motor itu bersih.
Lihatlah bagaimana bapak melindungimu ketika motor dari benturan dengan kendaraan lain. Ingatkah ketika belum ada motor, ia mengantar kemanapun, dimanapun, kapanpun. Ia seperti itu sangat sayang denganmu. Lagi-lagi hati mengingatiku akan kebaikan bapak.

Flp, 23 Mei 2010

Rabu, 14 April 2010

Apapun Kata Orang, Inilah Jalanku


Ini sebuah postingan menurut aq bagus sumbernya adalah http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2010/04/02/4678/apapun-kata-oranginilah-jalanku/

semoga bermanfaat

Mereka bilang kerudungku seperti nenek-nenek
padahal rambut sasak mereka seperti daun kering melambai.
Mereka bilang jilbabku ketinggalan zaman
padahal tank-top mereka seperti koteka zaman batu.

Mereka bilang ucapanku seperti orang yang ceramah
padahal rumpian mereka tak lebih indah dari dengungan segerombol lebah.
Mereka bilang cara berfikirku ”ketuaan”
padahal umur kepala dua mereka tidak menjadikannya lebih dewasa dari seorang anak kecil berumur 5 tahun.

Mereka bilang tingkah polahku tidak enerjik,
padahal laku mereka lebih menyerupai banteng seruduk sana-seruduk sini.
Mereka bilang dandananku pucat,
padahal penampilan mereka lebih mirip dengan ondel-ondel
Mereka bilang aku nggak gaul,
padahal untuk mengenal konspirasi saja mereka geleng-geleng.

Mereka bilang:
aku sok suci
aku tidak menikmati hidup
aku nggak ngalir
aku fanatik sok lebay
dan sok bau surga.

Ku jawab:
Ya, aku berusaha untuk terus mensucikan diri.
Karena najis tidak pernah mendapatkan tempat dimanapun berada,
meskipun letaknya di atas tahta emas.

Ya, aku tidak menikmati hidup ini. Karena hidup yang kudambakan bukan hidup yang seperti ini yang lebih buruk dari hidupnya binatang ternak

Ya, aku nggak ngalir. Aku adalah ikan yang akan terus bergerak, tidak terseret air yang mengalir sederas apapun alirannya. Karena aku tidak ingin jatuh ke dalam pembuangan.

Ya, aku fanatik. Karena fanatik dalam kebenaran yang sesuai fitrah adalah menyenangkan dibanding fanatik dalam kesalahan yang fatrah (kufur)

Ya, aku memang sok lebay. Karena aku adalah manusia yang lemah yang terserang makhluk kecil macam virus saja tubuhku sudah ambruk, manusia yang bodoh yang tidak mengetahui nasib hidupku satu detik setelah ini, manusia yang serba kurang dan punya batas waktu yang ketika waktu itu habis aku tidak bisa mengulurnya ataupun mempercepatnya

Ya, aku ingin mencium bau surga yang dijanjikan Tuhanku yang baunya dapat tercium dari jarak ratusan tahun cahaya. Betapa meruginya orang yang tidak bisa mencium bau surga, karena itu menandakan betapa jauhnya posisinya dari surga...

Kullu maa huwa aatin qoribun
Segala sesuatu yang pasti datang itu dekat...

Manusia dibekali Islam dan Muhammad sebagai pembawa huda dan haq
Juga, manusia juga dibekali akal oleh Tuhannya
Namun, manusia diberi kebebasan memilih untuk hidupnya
Dan, there is only one choice

Untuk itulah aku memilih jalanku
Memilih jalan hidupku
Hidup yang aku dambakan
Mendamba apa yang telah dijanjikanNya
Janji yang tak akan pernah diingkari

Whatever... what they said

“Jika kamu menuruti kebanyakan manusia yang ada di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah)” (Qs. Al-An’am 116).

"Allah tidak akan mengingkari janji-janjiNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui" (Qs. Ar-Rum 6). [Azka Al-Faruq/azka_faruqi@yahoo.com]

Rabu, 07 April 2010

Tidak Lama Lagi Al Aqsha Hancur


Laporan informasi soal politik pembangunan pemukiman Israel, yahudisasi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha
Sejak lama bahaya yang dihadapi Al-Quds dan masjid Al-Aqsha seperti genderan perang. Pada saat bangsa Arab dan umat Islam bermalas-malasan menghadang bahaya Israel ini, penjajah Israel semakin meningkatkan aktivitasnya meyahudikan kota suci ini terang-terangan. Di tengah kondisi menghadapi rencana Israel yang ingin menjadikan tahun 2010 penentuan membangun kuil Solomin di bawah puing-puing masjid Al-Aqsha, kami menyampaikan kepada mereka yang peduli di kalangan media massa laporan ini agar mengetahui gambaran bahaya yang mengancam Al-Quds dan masjid Al-Aqsha. Sebab media sekarang menjadi inti pertempuran sehingga mereka memiliki peran dalam membela Al-Quds dan masjid Al-Aqsha.

Berikut laporan tersebut:

· Selama 40 tahun lebih dari 24 ribu rumah dan bangunan dihancurkan dan lebih dari 60 ribu unit pemukiman Israel dibangun.

· Meski ketegangan realisasi rencana penggalian terowogan Israel di bawah masjid Al-Aqsha sudah sejak tahun 1863 dan aktivitasnya penggaliannya sejak tahun 1967, namun aktivitas itu meningkat sejak awal abad 21 ini. Tapi saat ini akibat penggalian itu sangat krusial dan tidak boleh didiamkan.

· Tujuan penggalian Israel dan pembangunan terowongan di bawah masjid Al-Aqsha dan sekitarnya adalah dalam rangka mencari bangunan mitos kuil Solomon.

· Israel menanam pemukiman di perkampungan-perkampungan Islam dengan cara menyita tanah mereka dan membangun pemukiman atau dengan cara menghancurkan rumah-rumah.

· Wali kota Israel di Jerusalem dari kanan ekstrim Neer Barakat dalam kampanye pemilihan wali kota menggunakan jargon “memerangi pembangunan warga Palestina yang tanpa izin di Al-Quds ,”

· Sejumlah resolusi DK PBB dan PBB nya sendiri, termasuk dari UNESCO untuk menghentikan penggalian di bawah masjid namun pemerintah penjajah tidak meresponnya dan terus menerapkan rencana Israel hingga tiang-tiang masjid runtuh.

· Di kuartal pertama tahun 2009, termasuk eskalasi paling tinggi dalam aksi pembongkaran dan penggusuran rumah warga Palestina di Al-Quds dan ancaman penghancuran rumah lainnya.

· Israel berusaha menjadikan tahun 2010 sebagai tahun penentu pembangunan kuil Solomon ke-III di bawah reruntuhan masjid Al-Aqsha. Ada sejumlah organisasi zionis berusaha meletakkan batu pertama kuil itu pada 16 Maret ini setelah diresmikan pembukaan sinagog Haroob pada 15 Maret sehari sebelumnya. Apakah kita siap menjaga Al-Aqsha???

Mukadimah

Di tengah bungkamnya dunia Arab dan Islam, persetujuan dunia kepada Israel, berlanjutnya Israel dalam rencana jahatnya mencaplok utuh Al-Quds, membersihkan symbol-simbol keislaman dari sana, mengusir warga hingga menggali terowongan di bawah masjid, kami menegaskan bahwa bahaya yang dihadapi Al-Quds seperti genderan perang.

Melalui laporan ini, kami ingin focus kepada bahaya Israel yang terus berlanjut terhadap kota Al-Quds dan masjid Aqsha. Kami sampaikan realitas-realitas sejarah tentang kejahatan Israel di tempat-tempat suci Islam di Al-Quds. Bahkan manusia dan batu pun tidak selamat dari bahaya ini.

Pertama; masjid Al-Aqsha dalam bidikan zionis Israel

1. Kekerasan terhadap masjid Al-Aqsha

2. Penggalian di sekitar masjid Al-Aqsha

3. Kelompok ekstrim zionis yahudi untuk penghancuran masjid Al-Aqsha

Kedua; kota Al-Quds di bawah permusuhan zionis Israel

1. Pemukiman dan kekerasan zionis Israel

2. Warga Al-Quds, antara rumah tinggalnya dengan pengusiran

3. Tembok pemisah rasial Israel

Ketiga; Keputusan dan rencana historis;

1. Rencana historis penting

2. Keputusan yahudisasi

3. Resolusi dunia internasional.

Pertama; Masjid Al-Aqsha dalam bidikan zionis Israel

Masjid Al-Aqsha yang dimaksud adalah komplek tertutup yang terletak di dalam pagar-pagar Al-Quds di sisi timurnya. Pagar-pagar bagian timur Al-Aqsha bersatu dengan pagar-pagar kota Al-Quds dan pagar bagian selatannya lebih panjang dari separuhnya di sebelah timur. Masjid ini berbentuk segiempat yang tidak simetris. Sisi barat sepanjang 491 M dan sisi timur 462 M, sisi selatan 281 M dan sisi utara 330 M.

Allah menjaga batas-batas masjid Al-Aqsha. Tak seorang pun melanggarnya. Sepanjang sejarah kaum muslimin baik di pemerintahan Ayyubiah dan Mamalik memperkuat batas-batas masjid. Mereka membangun pagar-pagar sebelah utara dan barat dan tiang tinggi serta sekolah-sekolah dan bangunan besar.

Namun sejak menjejakkan kakinya di tanah Palestina, penjajah Israel mulai melancarkan rencananya mencari mitos kuil Solomon dengan cara melakukan sejumlah kejahatan terhadap kehormatan masjid Al-Aqsha dan terhadap jamaah shalat, melakukan panggalian secara terorganisir di sekitar masjid, membangun terowongan-terowongan panjang untuk membangun mesium di bawah masjid.

Berikut rinciannya:

1. Kejahatan-kejahatan terhadap masjid Al-Aqsha

Hari ini masjid Al-Aqsha mengalami masa paling krusial akibat rencana jahat Israel yang ingin meyahudikanya, mengubah tanda-tandanya hingga menghancurkannya. Dalam menerapkan rencana itu, Israel tidak pernah istirahat meski sehari. Berikut pelanggaran paling besar yang dilakukan Israel terhadap masjid Al-Aqsha:

16/7/1948: warga yahudi menyerang masjid Al-Aqsha. Melalui pesawat tempurnya, mereka mengebom masjid dengan 60 bom salah satunya mengenai kubah Shokhroh dan lainnya mengenai masjid utama Al-Aqsha.

7/6/1967: Pasukan Israel memasang dan mengibarkan bendera di atas kubah Shakrah dan saat itu tembok Al-Barraq diambil alih.

15/8/1967: Rabi terbesar di pasukan Israel Shalomo Garon dan 50 pengikutnya melakukan ritual di halaman masjid Al-Aqsha.

21/8/1969: Seorang Yahudi Australia membakar mimbar Shalahuddin. Bagian masjid terbakar akibat ulah ini seluas 1500 M2.

22/7/1970: Sekelompok yahudi memasuki masjid Al-Aqsha dan menyanyikan lagu-lagu seruan menghancurkan masjid Al-Aqsha.

Mei 1980: Ditemukan bahan peledak jenis TNT seberat lebih dari 1 ton dekat masjid yang disiapkan oleh rabi yahudi Meir Kahana untuk menghancurkan masjid Al-Aqsha.

24/2/1982: polisi Israel memperkenankan sejumlah anggota parlemen Israel Knesset melakukan lawatan di dalam masjid Al-Aqsha.

11/4/1982: Seorang serdadu Israel menembaki penjaga masjid. Dua dari mereka gugur syahid kemudian disusul bentrokan dengan warga Palestina yang menyebabkan Sembilan warga meninggal syahid.

6/5/1982: Penembakan terhadap kubah Shakrah. Di tahun yang sama, seorang aktivis gerakan Kakha Israel berusaha menghancurkan masjid Al-Aqsha namun upaya itu tercium sebelum dilakukan.

11/3/1983: Penjaga-penjaga Al-Aqsha menangkap seorang warga yahudi membawa bahan peledak untuk menyerang masjid Al-Aqsha.

30/1/1984: tiga granat ditemukan di depan sebuah gerbang masjid Al-Aqsha. Awal Agustus tahun yang sama, penjaga masjid Al-Aqsha menangkap sejumlah warga yahudi yang siap menghancurkan masjid Al-Aqsha.

8/10/1990: Pasukan Israel membantai 20 warga Palestina dan melukai 115 lainnya di dalam masjid Al-Aqsha.

23/9/1996: Warga Palestina Al-Quds menemukan Israel membangun sebuah terowongan di bawah pagar masjid Al-Aqsha sebelah barat. Warga memprotes keras dan Israel membalas dengan kekerasan hingga delapan warga Palestina gugur syahid.

28/9/2000: PM Israel Ariel Sharon menistakan masjid Al-Aqsha dengan memasukinya dengan dikawal polisi. Maka meletuslah Intifadhah Al-Aqsha.
apa yang kita perbuat? berdiam dirikah?
Sumber
.